Yellow Butterfly

matahari mulai menunjukkan kehadirannya di bumi. Kehangatan karena sinarnya membuat setiap mahluk di bumi terbangun dari khayalan indah tadi malam. Setetes embun membuat pagi ini terasa sejuk, seakan menuntaskan dahaga yang sangat menyesakkan.

Kupu kupu berwarna kuning itu terdiam seakan baru tersadar dari tidur panjangnya. Sesekali kupu-kupu itu terbang hinggap pada bunga sepatu berwarna merah jambu di sekitar taman itu. Sepi… nampaknya semua sedang sibuk dengan aktivitas masing-masing.

kupu-kupu itu kembali ke tempat semula, ke pucuk daun melati karena ia merasa aman berada disana. “tidak ada yang mau mendengarkanku… tidak ada” pikirnya dalam hati,.. “kemana yang lainnya? mereka selalu meninggalkanku sendiri”

tiba tiba terdengar kepakan sayap mendekat, kupu-kupu lain berwarna biru tua dengan indahnya terbang diatas kupu-kupu kuning itu.  kupu-kupu kuning itu mencoba tak menghiraukannya, namun ada perasaan tertarik untuk menyapanya karena ia merasa pernah bertemu dengan si biru tua itu.

Kupu-kupu bitu tua itu pun hinggap pada daun yang sama. ‘betapa hari yg indah,.. namun kenapa kamu terlihat sedih?’ katanya

‘kau hanya tidak tahu tentang diriku.’ jawab kupu-kupu kuning acuh

‘aku memang tak tahu apapun tentang dirimu, namun sekali melihat saja wajahmu sudah bisa ditebak, kau hanya perlu teman’

‘menurutmu,.. aku se menyedihkan itu kah?’

‘Iya,.. lebih menyedihkan dariku yang senasib denganmu. berceritalah, aku akan mendengarkanmu’

‘tidak,.. kau nantinya hanya akan menertawakanku.’ jawabnya sedih

‘hanya orang bodoh yang tak mau tau tentang perasaan temannya sendiri.’ kata sang biru tua.

‘aku tak tahu harus bercerita apa padamu,.. karena aku bingung dengan apa yang kurasakan saat ini.’

‘ikutlah denganku,.. aku yakin kau akan merasa lebih baik.’

kupu-kupu biru tua itu pun terbang menjauh. Si kupu-kupu kuning masih menimbang-nimbang antara mengikutinya atau tidak, namun hati kecilnya memaksanya untuk mengepakkan sayap dan mengikuti si biru tua.

2 kupu-kupu itu bagaikan menari di angkasa,.. melewati padang ilalang, bebatuan dan pohon-pohon pinus dengan lincahnya.

tiba-tiba si biru tua berhenti, dengan nafas yang terengah-engah si kuning juga mengikutinya untuk berhenti.

‘apa yang akan kau tunjukkan padaku?’ katanya penasaran.

Lihatlah di balik bukit ini’ tunjuknya pada si kuning.

bagaikan horizon yang indah dan tak terjamah,.. padang luas dengan bunga yang berwarna warni menari-nari tertiup angin. Si kuning terdiam, tak terasa ia meneteskan air matanya.

Mimpikah aku? ternyata masih ada tempat indah yang sengaja diciptakan Tuhan untuk mahluknya.

Mereka terbang diantara bunga-bunga tulip merah, berkejaran,.. tertawa dan sejenak melupakan beban mereka.

‘aku tahu kamu pasti ada,.. dan sekaranglah saatnya’ kata kupu-kupu kuning dalam hati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s