My Wishes for my Future

liburan kemarin lebih tepatnya lagi disebut perjalanan realigi,.. tahu kenapa? karena liburan kemarin ini banyak aku habiskan dengan berkunjung ke beberapa makam wali.

excited,.. pasti karena bisa mendoakan para wali allah ini. Tapi ada satu hal yang paling menarik selama perjalanan kemarin.

berawal dari kebimbangan ibu dan aku yang akan mulai memasuki universitas, akhirnya salah satu kerabat menyarankan kami untuk pergi ke salah satu cendekia yang mungkin bisa memberikan solusi atas permasalahan dan kebingungan kami ini.

Rumahnya sederhana, layaknya orang kebanyakan. Awalnya tak ada orang namun tiba-tiba seorang anak lelaki  menyuruh kami masuk. Anak itu masih kecil, mungkin masih berusia 10 tahun , namun sayang Allah tengah menguji bocah itu dengan kekurangan fisik yang dideritanya. ‘alhamdulillah Ya allah, engkau telah memberikan fisik yang sempurna padaku’ bisikku dalam hati.

Seseorang berperawakan tinggi, menggunakan setelan merah maroon dan kopiah hitamnya muncul dengan mengucapkan salam ‘assalamualaikum’ sapanya sambil menjabat tangan kami.

beliau duduk bersila dihadapanku dan dengan bahasa jawanya yang kental beliau mulai bertanya apa yang membuatku sampai berkunjung ke rumah beliau.

Setelah ibu menceritakan semua permasalahan kami, lalu beliau menanyakan siapa namaku..’siapa namamu nduk?’

setelah kujawab, beliau mulai menuliskan namaku dengan bahasa arab pada secarik kertas berwarna putih yang ada dihadapannya. Seakan seniman kaligrafi, beliau menuliskan namaku dengan indahnya, ‘subhanallah’..

Beliau terlihat serius menatap tulisan pada secarik kertas itu. Sesekali beliau menganggukkan kepalanya, tanpa kami tahu apa artinya. 

‘le, tolong ambilkan bapak kalkulator!’ perintahnya pada anak bocah lelaki 10 tahun itu.

Beliau mulai menghitung beberapa angka, tanpa kami tahu juga angka apa yang tengah dihitungnya. Kami hanya diam mengamati, takjub dengan kemampuan beliau yang hanya beberapa orang saja bisa memilikinya.

beliau mulai meletakkan spidol berwarna merah yang sedari tadi digunakannya untuk menulis. ‘nduk, peluangmu ada 75% berhasil, dan 25% gagal. Berusahalah dulu walau orang mengatakan tidak mungkin, abaikan mereka yang mengatakan semuanya tidak akan bisa. Percayalah , kesempatanmu ada,. jangan sia-siakan waktumu,.. berdoa kepada-Nya lebih sering lagi, semoga kamu bisa masuk yang 75%.’

nasihat beliau kudengarkan dengan hati-hati, sampai akhirnya beliau memberiku secarik kertas yang telah berisi beberapa ayat alqur-an ‘bacalah itu sesudah sholat 5 waktu, beikhtiar lalu tawakal’

kami menyudahi pertemuan kami, setelah apa yang kami harapkan sudah terpenuhi. Ya allah aku yakin engkau akan memberikan yang terbaik untukku. Akan aku terima apapun itu… karena semua keputusan hanya ada di tanganMu ya Rab..

 

One thought on “My Wishes for my Future

  1. Today, while I was at work, my cousin stole my iPad and tested to see if it can survive a thirty
    foot drop, just so she can be a youtube sensation. My apple ipad is now destroyed and she has
    83 views. I know this is completely off topic
    but I had to share it with someone!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s