Satu Kata

You are, my fire
The one, desire
Believe, when I say
I want it that way

Hai kau yang ada disana? Apa kabar?
Ingin menyapamu walau hanya dalam satu kata, namun apa daya jari ini tak mampu menorehkan walau hanya satu huruf saja. Entah sudah berapa lama kita tak kunjung bersua walau hanya dalam satu kata.
Hai kau yang jauh disana…
Masih ingatkah kau denganku? dengan kita? dengan kenangan yang pernah terlintas?
Waktu bergulir begitu cepat, namun bayangmu masih tetap saja tertinggal. Tahukah engkau? Ruang hati masih tetap menjadi milikmu.
Banyak yang ingin kukatakan, banyak yang ingin kuceritakan namun semua hanya dalam angan ketika ku tahu kau bukan lah yang dulu. Ya… kau bukanlah yang dulu.
Tahukan engkau saat kita berada di zona yang sama namun tak saling menyapa bahkan mengenal?
Disitu lah sebersit perih terlintas
Ingatkah engkau? kita pernah saling mendekap angan berdua, kita pernah sedekat udara, kita pernah terbang dalam khayalan rasa.
Hai..
Tak adakah yang ingin kau ucapkan padaku?
walau hanya dalam satu kata.
Tidak, bukan? Ya… tidak ada.
Ah bodohnya aku, selalu mengharap kehadiranmu lagi…
Maaf telah membuatmu terluka
Andai engkau tahu maksud hati ini, andai engkau mampu memahami…
semua kulakukan untuk kau dan aku.
untuk kita yang masih terlalu naif tentang CINTA
Waktu terus bergulir.
Udara malam yang menusuk membawaku pada kenyataan
bahwa kau dan aku tak akan pernah bersua walau hanya dalam satu kata.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s